Sedekah Jumat dengan Rutin

Hadits tersebut bersumber dari Kitab Al Umm Juz 1 karangan Imam Syafi’i. Dalam kitab tersebut disebutkan hadits dari Abdillah bin Abi Aufa yang berbunyi sebagai berikut.

بَلَغَنَا عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَإِنِّي أُبَلَّغُ وَأَسْمَعُ قَالَ وَيُضَعَّفُ فِيهِ الصَّدَقَةُ

Artinya: Telah sampai kepadaku dari Abdillah bin Abi Aufa bahwa Rasulullah bersabda, “Perbanyaklah membaca sholawat kepadaku di hari Jumat sesungguhnya sholawat itu tersampaikan dan aku dengar.” Rasulullah bersabda, “Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan.”

Dalam riwayat lain disebutkan keutamaan melakukan sedekah pada hari Jumat. Salah satunya, “Dan sedekah pada hari itu (Jumat) lebih mulia dibanding hari-hari selainnya.” (HR Ibnu Khuzaimah)

Hadits lainnya menyebutkan, “Dan tidak ada matahari yang terbit dan terbenam pada suatu hari yang lebih utama dibanding hari Jumat. Bersedekah pada hari Jumat lebih besar pahalanya daripada semua hari lainnya.” (HR Abdurrazaq dalam Al-Mushanna

Sedekah Shubuh dengan Rutin

Apa itu sedekah subuh?

Sedekah merupakan ibadah yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT., tentu saja termasuk sedekah subuh. Yaitu pemberian yang dilakukan oleh seorang muslim kepada kelompok orang yang membutuhkan, pada waktu subuh, yakni setelah melaksanakan shalat subuh.

Dinamakan sedekah subuh lantaran dilakukan usai melaksanakan shalat subuh, sebelum matahari terbit.

Tidak ada dalil, baik di dalam Al-Quran maupun hadits yang menyebutkan tentang istilah sedekah subuh, karena pada dasarnya sedekah kapan pun dan di mana pun memiliki nilai yang sama.

Namun, ada sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, menyebut tentang keutamaan sedekah pada subuh hari.

Dari Abu Hurairah r.a. sesungguhnya Nabi Muhammad SAW. bersabda, “Tidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa, Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak. Sedangkan yang satu lagi berdoa, Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya).” (HR. Imam Bukhari: 5/270).

Hadits inilah yang kemudian banyak diambil sebagai dalil keutamaan bersedekah di subuh hari atau sebelum matahari terbit.

Infaq Sedekah dengan Rutin

Beberapa anjuran bersedekah

1. Menggunakan Harta Sebagai Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 286)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah tidak membebani seseorang melebihi kapasitasnya. Infak dan sedekah yang dilakukan sesuai dengan kemampuan dan niat baik akan mendekatkan diri kepada Allah.

2. Memberikan dengan Ketulusan Hati

“Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 273)

Sedekah yang diberikan dengan tulus dan ikhlas diiringi dengan rasa sukacita akan diterima oleh Allah dengan penuh pengetahuan.

3. Infak Sebagai Investasi di Akhirat

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS. Al-Baqarah [2]: 245)

Ayat ini menggambarkan infak dan sedekah sebagai bentuk pinjaman kepada Allah. Allah akan memberikan balasan yang melimpah di akhirat bagi mereka yang berinfak dengan ikhlas.

4. Berinfak dalam Kebaikan

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah [99]: 7)

Meskipun tindakan kebaikan sekecil zarah akan diperhitungkan oleh Allah, infak dan sedekah yang diberikan sebagai bentuk kebaikan akan mendatangkan balasan baik di akhirat.

5. Sedekah Menghapus Dosa

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah [2]: 271)

Sedekah yang diberikan dengan rendah hati, tanpa riya’ dapat menghapus sebagian dosa dan mendatangkan pahala.